Tips Memberi Nasehat

Tips Memberikan Nasehat
1. Jangan memberi nasehat dengan nada marah. Tapi bukan berarti harus bernyanyi. Biasanya saya sering melihat seseorang menasehati anaknya dengan berbicara seperti ini. “Jangan terlalu sring melamun! Kamu bisa kerasukan!!!” ucapnya dengan nada tinggi dan nyaring. Kemudian orang yang dinasehati menjawab. “Jangan marah donk…!!!”. “Siapa yang marah! Ini nasehat!!!”
Dengan keadaan seperti ini, orang yang diberi nasehat merasa dirinya direndahkan.
2. Jangan memberi nasehat seperti orang yang menggurui atau menuntut seseorang mengikuti nasehatmu dengan dalih kau adalah “atasannya”. Saya biasanya sering mendengar seorang ketika menasehati anaknya. “Kamu harus dengarkan saya karena saya ibu kamu!”. Dengan keadaan ini seorang berpikir bahwa dia adalah anak-anak yang kata-katanya tidak berhak untuk didengarkan. Jika ini terjadi pada bos kepada anak buahnya, maka anak buahnya akan merasa rendah diri dan ia akan berpikir bahwa dia anak buah yang harus selalu menurut kata bosnya.
3. Jangan memberi nasehat kepada orang yang sedang marah besar. Ya…kita pasti sudah tahu apa akibatnya.
4. Jangan memberi nasehat dengan menyalahkannya. Karena ia akan menentang anda seolah-olah ia sedang membela dirinya.
5. Jangan memberi nasehat dengan berpikir bahwa persoalannya itu mudah. Karena ia akan merasa bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang persoalannya. Ia akan berkata “Kamu sich gak pernah ngerasain itu! Coba kamu jadi aku, kamu gak akan ngomong gini ma aku. Ngomong itu gampang!”
6. Jangan memberi nasehat dengan menuntut bahwa ia harus mengikuti nasehatmu. Karena ada beberapa sifat seseorang dalam mendengarkan nasehat. Yang pertama, ia akan mendengarkan nasehat dan menundukkan kepala karena merasa bersalah. Yang kedua, ia sangat menentang nasehat dan mengacuhkan nasehat itu. Yang ketiga, ia pura-pura mendengarkan namun tersimpan dendam di hatinya. Yang ke empat, ia akan marah dengan nasehat itu dan merasa dirinya lebih benar dari yang dikatakan dalam nasehat itu, tapi kemudian ketika amarahnya mulai mereda ia mulai memikirkan nasehat itu dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Nah yang ke empat ini yang perlu kita harus hati-hati. Karena jika kita menuntut nasehat kita untuk dituruti, maka ia takkan pernah mengikuti nasehat itu selamanya karena merasa gengsi.
7. Yang paling penting bahwa dalam memberikan nasehat, kita harus seperti yang kita nasehatkan. Jangan pernah memberi nasehat yang tak pernah kita amalkan. Karena orang yang dinasehati akan mengatakan “Sendirinya………”. karena orang lain yang di sekitar kita lebih “mengenal” kita daripada diri kita sendiri.
Kenapa saya memberika tips ini? karena saya termasuk orang yang selalu dinasehati … ^_^

Categories: Inspirasi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Informasi Herbal

Kumpulan Tanaman Obat di Indonesia

Ilmu Statistik & Analisis Data

Media Berbagi Pengetahuan & Pengalaman Statistik

GO ORGANIC

Just another WordPress.com weblog

Taufik Akbar Bakri

Don't Worry Be Happy | "Dan Allah bersamamu di manapun kamu berada"

Sendy Ralistiya

Mimpi dalam Dunia Maya

%d blogger menyukai ini: