Kampus Cemara Udang di Hatiku

Dulu kupikir kampus itu hanya tempat buangan bagi anak-anak yang berputus asa karena tidak bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri atau karena tidak bisa ke Perguruan Tinggi Elitte karena biaya. Ya…kampus yang tanpa kemampuan apa pun saja bisa masuk di dalamnya. Kampus yang gedungnya hanya sebatas itu-itu saja. Tidak ada yang bisa dibanggakan darinya.

Tidak…kampus itu tidak sesimpel yang aku kira. Begitu aku masuk di dalamnya, aku terjerumus jatuh di jantungnya. Bertemu dengan orang-orang asing yang usianya tidak sebaya denganku. Membuat perbedaan itu makin nyata. Ya…berbeda dengan SMA. Salah berbicara sedikit, emosi menggebu-gebu, dan parahnya semua akan memuncak pada pertengkaran. Aku harus bisa beradaptasi. Di usia yang amat dini aku harus berhadapan dengan mereka yang pikirannya lebih dewasa. Tidak, usiaku tidak teramat dini. Inilah tanggung jawab yang harus aku emban di usiaku ini. hanya saja aku berpikir, benarkah ini mereka telah berpikir dewasa. Bukankah permainan ini adalah permainan anak kecil? Ya…sedikit saja kesalahan sudah memulai pertengkaran. Semua tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Benarkah ciri mahasiswa adalah berdemo?????? Benarkah unjuk rasa harus dengan sikap anarkis???

Itu yang kulihat di cermin kampusku. Tapi aku mencoba membalik cermin itu dan kucoba cermati. Di sana aku temukan persahabatan dan keramah-tamahan. Aku menemukan titik cerah dari dialog terbuka saling mengemukakan pendapat. Dan dari semua perbedaan tadi aku mulai mengenal perubahan. Aku menemukan banyak kakak di sana. Banyak hal yang tidak aku mengerti, menjadi hal yang aku pahami.

Di sana aku juga menemukan harapan. Aku pikir semua harapan itu tinggal asa, namun ternyata harapan itu masih berkobar. Harapan untuk menjadikan Kampus Cemara Udang muncul ke permukaan dengan jati diri mahasiswa yang penuh semangat untuk maju. Di sini aku juga mulai mengerti mahasiswa adalah seseorang yang membawa lentera dari kampungnya menuju daerah peradaban dan kembali membawa bohlam lampu untuk menerangi kampungnya. Mencari ilmu bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Apalah arti perubahan, jika perubahan itu tak dirasakan oleh orang lain.

Untuk kawan-kawanku yang juga berkuliah di Kampus Cemara Udang, kita satu kampus. Kita satu gedung. Kita satu hamparan tanah. Jadi, marilah kita satukan arah untuk meninggikan “Cemara Udang” di kampus kita. Jangan jadikan sikap anarkis sebagai jati diri kita.

Lihatlah cemara udang di kampus kita. Menaungi tanah yang gersang dan panas. Mencerminkan sikap yang dingin dan melindungi.

Lihatlah pertumbuhannya yang selalu mengarah ke langit. Mencerminkan usahanya untuk menggapai cita-citanya.

Lihatlah cabang-cabang pohonnya. Mencerminkan persaingan yang sportif untuk mendapatkan cahaya matahari. Ia seolah-olah berkompetisi, padahal setiap daunnya saling membantu untuk mendapatkan makanan sebagai penegak pohonnya.

“Universitas Wiraraja”

Categories: Kampus Cemara Udang | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Kampus Cemara Udang di Hatiku

  1. assalamualaikum….,
    teruntuk sendy…,jika kita akan memasuki salah satu ruangan / tempat tentulah kita harus mengetahui seluruh yang ada di situ../ beradaptasi..,memang yang namanya perbedaan itu sangat merepotkan bagi kita yang belum mengetahuinya..tetapi sesungguhnya perbedaan itu sangatlah unik dan untuk demo..itu..lah yg di tuangkan di dalam kampus2 agar para mahasiswanya melupakan akan ajaran2 agamanya..yang ada adalah bagaimana inspirasi mereka dapat di dengar..,dan di perhatikan.
    jika kita melihat sebuah hadits rosululallah..bahwa jika kmu berlainan pendapat dan ingin mengeluarkan ide2 yang cemerlang..maka bermusyawaralah.dan jika tidak menemukan titik hasil yg baik/keputusan , maka kembalikanlah kepada alqur’an dan haditsnya..,
    subhanalallah..sendy…anti ini berbakat menulis cerpen../ novel…cobalah..
    wassalamualaikum..

    • Wa’alaikumsalam Warahmatullah wabarakatuh… Syukron akhi…. ^_^

    • Akhi bner… smoga az temen2 qt yg mahasiswa ttp brpegang tguh pd agamanya… dn bz mnyelesaikan masalah dgn kepala dinging…. sekali lagi syukron akhi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Informasi Herbal

Kumpulan Tanaman Obat di Indonesia

Ilmu Statistik & Analisis Data

Media Berbagi Pengetahuan & Pengalaman Statistik

GO ORGANIC

Just another WordPress.com weblog

Taufik Akbar Bakri

Don't Worry Be Happy | "Dan Allah bersamamu di manapun kamu berada"

Sendy Ralistiya

Mimpi dalam Dunia Maya

%d blogger menyukai ini: