Alif Menjadi Pedang

Jadi musuh itu seperti terpenjara dalam keramaian

Kamu gakkan pernah punya pilihan untuk menjadi bagian dalam keramaian itu

Kamu hanya dianggap bagian pengisi dinding yang harus dilalui

Tidak perlu dipandang

Tidak perlu diperhatikan

Sampai aku bingung apalagi yang ingin aku tuliskan

Kutulis kebahagiaan

di sisiku sedang berduka

Kutulis keceriaan

di sisiku sedang kesakitan

Kutulis sebuah kesakitan

malah menyebar ke sisiku

Boleh tidak aku berbicara

Aku juga punya hati yang ingin tersenyum sejenak

Aku juga punya hati yang butuh teman

Sekarang aku cuma punya kamar tempat aku menangis seharian

Mau mengeluh pada siapa aku tidak tahu

Tidak ada yang mampu mendengar

Keegoisan ini telah menyebar

Sampai sudut kamarku

Hingga tak seorang pun mau membagi sedikit saja kebahagiaannya

Kemana selimut yang selalu menghangatkanku ketika aku kedinginan

Kemana suasana yang selalu mencairkan kebekuan rasa dihatiku

Sebenarnya mereka dekat denganku

Tapi berpaling adalah jarak terjauh dari sisiku

Siapa yang mampu membenahi ini

Sudah robek sudah patah

Tak bisa disambung kembali

Pecah berkeping-keping

Hingga setiap kepingannya disatukan

Ada beberapa keping yang hilang

Walau hanya setitik kecil

Ia takkan kembali seperti semula

Categories: My Story | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Alif Menjadi Pedang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Informasi Herbal

Kumpulan Tanaman Obat di Indonesia

Ilmu Statistik & Analisis Data

Media Berbagi Pengetahuan & Pengalaman Statistik

GO ORGANIC

Just another WordPress.com weblog

Taufik Akbar Bakri

Don't Worry Be Happy | "Dan Allah bersamamu di manapun kamu berada"

Sendy Ralistiya

Mimpi dalam Dunia Maya

%d blogger menyukai ini: