TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

Adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi. (Riduwan, 2007:57).
Dua macam teknik sampling dalam penelitian umum:
1. Probability Sampling
 Teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
a) Simple Random Sampling
 Cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa mempehatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut.
 Dilakukan apabila anggota populasi dianggap homogen (sejenis).
b) Proportionate Stratified Random Sampling
 Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional.
 Dilakukan apabila anggota populasinya heterogen (tidak sejenis).
 Jumlah sampel yang diambil harus sama porsinya di setiap strata. (58)
c) Disproportionate Stratified Random Sampling
 Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata tetap tetap sebagian ada yang kurang proporsional pembagiannya.
 Dilakukan apabila anggota populasinya heterogen (tidak sejenis).
 Jumlah sampel yang diambil yang lebih kecil dibandingkan yang lain. (59)
d) Area Sampling (sampling daerah atau wilayah)
 Pengambilan sampel dengan cara mengambil wakil dari setiap wilayah geografis yang ada. (60)
2. Nonprobability sampling
 Teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan (peluang) pada setiap anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel.
a) Sampling Sistematis
 Pengambilan sampel didasarkan atas urutan dari populasi yang telah diberi nomor urut atau anggota sampel diambil dari populasi pada jarak atau interval waktu, ruang dengan urutan yang seragam.
b) Sampling Kuota
 Teknik penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti. (60-61)
c) Sampling Aksidental
 Teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas.
 Siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristiknya maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel. (62)
d) Purposive Sampling
 Dikenal juga sebagai sampling pertimbangan.
 Teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu. (63)
e) Sampling Jenuh
 Teknik pengambilan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal juga dengan istilah sensus.
 Dilakukan apabila populasinya kurang dari 30 orang, sehingga seluruh populasi dapat dijadikan sampel.
f) Snowball Sampling
 Teknik sampling yang semula berjumlah kecil kemudian anggota sampel (responden) mengajak para sahabatnya untuk dijadikan sampel dan seterusnya hingga jumlah sampel semakin membengkak jumlahnya. (64)
Metode dan Instrumen Pengumpulan Data (98)
1. Angket (questionnaire)
a) Angket
 Daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberi respons sesuai dengan permintaan pengguna.
 Terdiri dari:
1) Angket Terbuka (tidak berstruktur)
 Angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. (99)
2) Angket Tertutup (berstruktur)
 Angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya. (100)
b) Checklist
c) Skala
d) Inventory
2. Wawancara (interview)
a) Pedoman wawancara
b) Checklist
3. Pengamatan (observation)
a) Lembar pengamatan
b) Panduan pengamatan
c) Panduan observasi
d) Checklist
4. Ujian atau test (test)
a) Soal ujian
b) Inventory
5. Dokumentasi
a) Checklist
b) Tabel

Riduwan. 2007. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Categories: Ilmu Pengetahuan | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

  1. Mury

    3.3.1 Populasi Penelitian
    Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak yang mendaftar NPWP Badan pada KPP Pratama Samarinda dari tahun 1995 sampai dengan 2010.

    3.3.2 Sampel Penelitian
    Data runtun waktu yang akan dikumpulkan dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2010 digunakan sebagai sampel dan bahan prakiraan. Sampel disajikan dalam bentuk runtun waktu (bulanan) sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 192.

    Bagaimana jika keadaannya seperti di atas?
    tekhnik sapling apa yang cocok?
    tyerimakasih

    • Selamat pagi… terima kasih sudah mengunjungi blog saya…
      Menurut saya 3 pengambilan sampel ini bisa dijafdikan acuan..

      Proportionate Stratified Random Sampling
       Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional.
       Dilakukan apabila anggota populasinya heterogen (tidak sejenis).
       Jumlah sampel yang diambil harus sama porsinya di setiap strata. (58)
      ==> karena populasinya tidaK sejenis dan butuh di tiap tingkatan
      Sampling Sistematis
       Pengambilan sampel didasarkan atas urutan dari populasi yang telah diberi nomor urut atau anggota sampel diambil dari populasi pada jarak atau interval waktu, ruang dengan urutan yang seragam.
      ==> karena menggunakan jarak waktu…

      Jika ingin menggunakan 192, pake random sampling aja… jadi terserah,,,
      Terima kasih, hanya itu yang bisa saya berikan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Informasi Herbal

Kumpulan Tanaman Obat di Indonesia

Ilmu Statistik & Analisis Data

Media Berbagi Pengetahuan & Pengalaman Statistik

GO ORGANIC

Just another WordPress.com weblog

Taufik Akbar Bakri

Don't Worry Be Happy | "Dan Allah bersamamu di manapun kamu berada"

Sendy Ralistiya

Mimpi dalam Dunia Maya

%d blogger menyukai ini: